Sunday, 9 April 2017

Sunday, 6 September 2015

Salmon dan Hiu


Pada menu ikan masakan Jepang, ikan salmon akan jauh lebih enak untuk dinikmati jika ikan tersebut masih dalam keadaan hidup saat hendak diolah untuk disajikan dibandingkan dengan ikan salmon yang sudah diawetkan dengan es.

Itu sebabnya para nelayan Jepang selalu memasukkan salmon tangkapannya ke suatu kolam buatan agar dalam perjalanan menuju daratan salmon² tersebut tetap hidup.

Meski demikian pada kenyataannya banyak salmon yang mati di dalam kolam buatan tersebut.

Bagaimana cara mereka (nelayan Jepang) menyiasatinya?

Para nelayan itu memasukkan seekor hiu kecil di dalam kolam tersebut.

Sungguh Ajaib..!

Hiu kecil tersebut "memaksa" salmon² itu terus bergerak agar jangan sampai dimangsa si hiu kecil tersebut. Akibatnya banyak ikan salmon yang tetap hidup & jumlah salmon yang mati justru menjadi sangat sedikit..!

Diam membuat kita Mati...!

Bergerak membuat kita Hidup...!

Lalu, Apa yg membuat kita Diam?

Saat tidak ada masalah dalam hidup dan saat kita berada dalam zona nyaman, situasi seperti ini kerap membuat kita terlena. Begitu terlenanya sehingga kita tidak sadar bahwa kita telah mati..!

Ironis, bukan..?

Dan..., Apa yg membuat kita bergerak..?

Masalah..., sekali lagi..., Masalah....!

Tekanan Hidup.., dan Tekanan Kerja...

Saat masalah datang, secara otomatis naluri kita membuat kita bergerak aktif dan berusaha mengatasi semua pergumulan hidup itu...

Tidak hanya itu, kita menjadi kreatif, dan potensi diri kitapun menjadi berkembang luar biasa...

Jangan lupa..., bahwa kita akan bisa belajar banyak dalam hidup ini bukan pada saat keadaan nyaman, tapi justru pada saat kita menghadapi badai kehidupan...

Itu sebabnya syukurilah kehadiran "hiu kecil" yang terus memaksa kita untuk bergerak dan tetap survive...

NEVER GIVE UP!!!

Sunday, 16 August 2015

Who am i


Who am I,
that Lord of all the earth
Would care to know my name
Would care to feel my hurt
Who am I,
that the Bright and Morning Star
Would choose to light the way
For my ever wandering heart

Not because of who I am
Not because of You’ve done
Not because of what I’ve done
But because of who You are

I am a flower quickly fading
Here today and gone tomorrow
A wave tossed in the ocean, a vapor in the wind
Still you hear me when I’m calling
And told me who I am, I am Yours…

Who am I,
that the eyes that see my sin
Would look on me with love and watch me rise again
Who am I,
that the voice that calmed the sea
Would call out through the rain
And calm the storm in me

Whom shall I fear,
who shall I fear,
‘cause I am Yours…

Sunday, 28 June 2015

PANTOKRATOR

Ikon Kristus, sang Pantokrator (Maharaja), mempunyai keindahan artistik yang jarang ditemui, mengingatkan kata-kata pemazmur: ”Engkau yang terelok di antara anak-anak manusia, kemurahan tercurah pada bibirmu” (Mzm 45:3).

Santo Yohanes Krisostomus menggunakan pujian ini kepada Yesus ketika dia menulis: ”Kristus sedang berada pada tahap pertama hidup-Nya ketika dilengkapi dengan kekuatan Roh, dan dari sana bersinarlah dalam diri-Nya sebuah keindahan rangkap, yaitu keindahan jiwa dan badan” (PG 52, 479).

Dengan ekspresi figuratifnya, ikon ini menampilkan sintesis dari konsili ekumenis yang pertama lewat keberhasilannya menampilkan kemuliaan kemanusiaan Yesus dan kemilau keilahian-Nya.

Kristus mengenakan baju berwarna merah ditutup dengan sebuah mantel berwarna biru tua. Kedua warna itu mengingatkan kedua kodrat-Nya, sedangkan pantulan emasnya melambangkan pribadi ilahi dari Sang Sabda. Wajah-Nya, anggun dan tenang, dibingkai dengan rambut kepala yang tebal, dikelilingi dengan sebuah salib yang memancarkan halo, membawa tiga huruf Yunani ”O Ω N” (Dia yang ada), merujuk pada pewahyuan Nama Allah dalam Kitab Keluaran 3:14. Di sisi atas kiri dan kanan, terdapat dua huruf Yunani ”IC – XC” (”Yesus” – ”Kristus”) yang menunjukkan judul lukisan ini.

Tangan kanan, dengan ibu jari dan jari manis melengkung sampai saling menyentuh (melambangkan dua kodrat Kristus yang menyatu dalam pribadi-Nya), berada dalam posisi khas memberkati. Tangan kiri memegang buku Injil yang dihiasi dengan tiga kancing, mutiara-mutiara, dan batu-batu permata. Injil, simbol, dan sintesis Sabda Allah, juga mempunyai makna liturgis karena dalam perayaan Ekaristi perikop Injil dibacakan dan kata-kata Yesus sendiri diucapkan pada saat konsekrasi.

Gambar itu, sebentuk sintesis luhur dari unsur-unsur natural dan simbolis, merupakan ajakan untuk berkontemplasi dan mengikuti Yesus melalui Gereja, mempelai-Nya dan tubuh mistik-Nya, yang sampai sekarang masih terus memberkati keluarga manusia dan memancarkan sinar ke dalamnya, melalui Injil-Nya yang merupakan buku autentik tentang kebenaran, kebahagiaan, dan keselamatan bagi manusia.

Pada bulan Agustus tahun 386, Agustinus mendengar suara yang berkata: ”Ambil dan bacalah, ambil dan bacalah” (Confessiones, 8, 12, 29). Kompendium dari Katekismus Gereja Katolik, sebagai sebuah sintesis Injil Yesus Kristus yang diajarkan oleh katekese Gereja, menjadi undangan untuk membuka buku tentang kebenaran dan membacanya, bahkan menelannya sebagaimana dilakukan c Nabi Yehezkiel (bdk. Yeh 3:14).

Theophanos of Creta (1546), The Icon of Christ, Stavronikita Monastery (Mount Athos)

 

Monday, 6 April 2015

Thursday, 2 April 2015

Kecil dan bermanfaat

Kecil Dan Bermanfaat

Persiapan tugas Lektor paskah sedikit banyak membuat aku memikirkan persiapan, termasuk dalam hal penampilan, termasuk sepatu. Berhubung aku ta memiliki sepatu pantofel, untuk tugas lektor, kuputuskan pinjam pada kakakku.
Kulihat sepatu kakak tidak lagi bersih dan tidak baru namun memberikan pandangan yang lain bagi hidupku

Dapatkan kita seperti sepatu? Bermanfaat untuk orang lain. Tanpa mengeluh siapa pemakainya... Untuk apa dia dipakai... Kemana saja dia di pakai...

Sepatu paling jarang di perhatikan pemiliknya karena penggunaannya di bawah dan di injak di kaki seringkali di taruh sembarang tempat jika sudah lusuh.

Disadari atau tidak sepatu memberi manfaat dan kesehatan bagi pemiliknya...

Maukah kita belajar seperti sepatu/ sandal? Meski di pandang sebelah mata namun memberi manfaat. Meski tidak di perhatikan namun dapat memperindah kaki kita.

Mari bersama kita belajar untuk bermanfaat bagi orang - orang di sekeliling kita.
Belajar Rendah hati meski dipandang sebelah mata, Belajar sabar meskipun kadang tidak di perhatikan.

Belajar menjadi kecil dan tak terlihat namun memberi manfaat bagi sesama

*** Deus Caritas Est ***

Tuesday, 10 March 2015

I Offer My Live


This is my desire to honor you
Lord with all my heart
I worship you
All I have within’ me
I give you praise
All that I adore Is in you

Lord I give you my heart
Give you my soul
I live for you alone
Every breath that I take
Every moment I’m awake
Lord have your way in me

Sbab Tuhan Baik

Masuk gerbang-Nya bersyukur
Dengan penuh pujian
Bersuka dihadirat-Nya
Nyanyi besarkan
Agung nama-Nya

Puji Dia tuiplah sangkakala
Musik dan tarian
Semua makhluk di bumi di Surga
Dengan s’gnap hati naikkan pujian Reff

Yesus Kristus Allah Tuhanku
Pencipta s’galanya
Datang sujud dihadapan-Nya
Angkat tanganmu naikkan pujian

Puji Dia tuiplah sangkakala
Musik dan tarian
Semua makhluk di Bumi di Surga
Dengan s’gnap hati naikkan pujian Reff


Reff:
S’bab Tuhan Baik (3x)
Anug’rahnya kekal selamanya

Nyanyian Kemenangan

Sekarang T’lah tiba
Kes’lamatan dan kuasa
Dan pem’rintahan Allah kita
Kuasa-Nya yang diurapinya
Kar’na t’lah lemparkannya
Para pendakwa kita

Oleh darah Anak Domba
Oleh kesaksian kita
Iblis dikalahkan kuasa-Nya dihancurkan
Oleh darah Anak Domba

Bersama-Mu

Engkau ada bersamaku
Di setiap musim hidupku
Tak pernah Kau biarkan ku sendiri
Kekuatan di jiwaku adalah bersama-Mu
Tak pernah kuragukan kasi-Mu

Bersama-Mu Bapa
Kulewati semua
Perkenanan-Mu yang teguhkan hatiku
Engkau yang bertindak
Memb’ri pertolongan
Anugrah-Mu besar melimpah bagiku

Darah-Mu

Tercurah darah-Mu di kalfari
Bukti cinta-Mu padaku
Kau berikan hidup-Mu hanya bagiku
Yesus Kau kucinta

Darah-Mu sucikanku
Darah-Mu sembuhkanku
Darah-Mu pulihkanku
Darah-Mu bebaskanku

Cinta Tuhan


Bait  1
Kisah hidupku bersama denganYesus
Sering ternoda oleh sesat hatiku
Namun cinta-Nya yang maha Kuasa
Tetap membimbing perjuanganku (Reff)

Bait 2
Perjuanganku jauh membentang
Berbagai liku masih harus ku tempuh
Tapi di dalam nama Yesus Tuhanku
Ku tak gentar menjalaninya (Reff)

Bait 3
Cinta Tuhan semerlang hari ini
Bagai mentari mengiasi semsta
Terpantul murni dalam cinta Yesusku
Terlukis indah dalam jiwaku (Reff)

Reff:
Puji dan syukur mengalun mempesona
Berpawai ria menghias tahta Tuhan
Dalam bahana imanku yang ikhlas
Puji Syukur sepanjang masa

Tenang


Lingkupiku dengan sayap-Mu
Naungiku dengan kuasa-Mu

Disaat badai bergelora
Ku akan tetap bersama-Mu
Bapa Kau Raja atas s’mesta
Ku tenang s’bab Kau Allahku

Genta Kasih Tuhan


Bait 1
Trimakasih dan syukur pada-Mu
Atas berkat dan kasih dari-Mu
Engkau undang kami ke Altar-Mu
Ekaristi bersama putera-Mu

Bait 2
Puji syukur atas s’gala rahmat
Karena Yesus pemberi semangat
Demi hidup dan jiwa selamat
Di dunia maupun di akhirat

Reff:
Dari perjamuan-Mu kutimba cinta
Akan kutebarkan kepada sesame
Bagi Gereja kan ku bunyikan genta
Genta Kasih Tuhan sang Pencipta

Coda:
Menyusuri lorong hati manusia

Hingga bergaung menembus Dunia.

Ku Bersyukur Pada-Mu


Ku bersyukur pada-Mu ya Tuhan
Berkat Ekaristi-Mu
Yang menjadi santapan jiwa
Dan memuaskan dahaga

Ku bersyukur pada-Mu Ya Tuhan
Berkat Ekaristi-Mu
Yang menjadi kekuatan iman
Wartakan Cinta Tuhan

Kasih-Mu Agung selalu
Menghantar aku pada-Mu
Memahami kehendak-Mu
Untuk Membawa damai-Mu

Kasih-Mu agung selalu
Cahaya lubuk hatiku
Dalam setiap langkahku

Melaksanakan firman-Mu

Salam Ya Ratu

Salam ya ratu
Bunda yang berbelas kasih
Hidup hiburan dan harapan kami
Kami semua memanjatkan permohonan
Kami amat susah, mengeluh mengesah
Dalam lembah duka ini
Ya Ibunda ya pelindung kami
Limpahkanlah kasih setiamu yang besar
Kepada kami
Dan Yesus puteramu yang tersuci ini
S’moga Kau limpahkan kepada kami
Ooo Ratu… Ooo Ibu.. Oooo Maria

Bunda kami

Maria Tiada Dua

Maria Bunda penuh kasih
Bunda (bunda) Allah (Allah
Yang tiada dipilih Tuhan
Maria Bunda penuh cinta
Bunga (bunga) Indah (indah)
Yang tiada duanya

Doakanlah kami
Anak-anakmu
Demi (demikasih)
Cinta (Bunda Maria)
Yang tiada duannya

Maria Bunda penuh cinta
Kasih (kasih) sayang (sayang)

Yang tiada duanya…

Kasih dan Karunia


Kasih dan karunia
Dari Bunda Maria
Yang tak henti
Bunda curahkan
Kepada kami

Kasih Bunda yang suci
S’lalu dihati kami
Terpujilah Engkau
Diantara wanita

Doakanlah kami s’lalu
Ya Santa Bunda Allah
Agar kami dapat menikmati

Limpahan rahmat surgawi

Mengasih Maria

Mengasih Maria kerinduanku
Berhamba padanya
Janjian teguh
Ku mau menambah
kemuliaanmu
Kini dan selalu niatku teguh

Maria pemurah
Dan ratu besar
Terima kiranya citaku benar
Engkaulah bundaku
Aku anakmu
Yang suka di pandang
Harta milikmu

Mengingat selalu kebajikanmu
Menirunya juga niat hatiku
Tak kita bercerai di medan perang

Sehingga bersama kita ‘kan menang

Betapa Indahnya

Saat jiwa dahaga dan lapar
Engkau puaskan kami
Dengan santapan rohani
Tubuh dan darah nan suci

Saat jiwa mongering dan hampa
Engkau segarkan kami
Dengan santapan surgawi
Tubuh dan darah nan suci

Betapa Indahnya
Perjamuan Kudus
Betapa indahnya
Saat kami menyambut-Mu
Betapa indahnya kehadiran-Mu
Yang bertahta kuatkan Iman kami